Peran Perawat Dalam Ibadah, Tayamum, dan Do’a Bagi Pasien

25 May

Tidak ada orang yang menginginkan sakit, sakit adalah takdir yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Setiap orang tidak selamanya merasakan sehat. Suatu saat, ia pasti pernah atau akan mengalami sakit dan setiap orang yang sakit pasti menginginkan kesembuhan. Kesembuhan seseorang tidak hanya melalui kesembuhan secara fisik tetapi juga kesembuhan spiritual. Kesembuhan secara spiritual dengan dibantu oleh terapi secara psikis akan lebih membantu kesembuhan pasien karena kondisi kejiwaannya lebih tenang. Untuk mencapai kesembuhan secara spiritual ini dapat dicapai dengan adanya kerja sama antara perawat, pasien dan keluarganya.

Perawat sebagai satu-satunya tenaga kesehatan yang secara 24 jam dituntut untuk selalu di samping pasien  harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritual, spiritual bisa mebuat pasien mendapatkan rasa nyaman, tenang. salah satu spiritual adalah tentang agama, agama yang dianut oleh pasien, perawat dituntut mampu untuk bisa membimbing pasien dalam melaksakan ibadah kewajiban kepada Tuhannya karena Allah lah yang memegang peran terhadap kesembuhan, memberikan pemenuhan yang lebih pada saat pasien kritis atau pun menjelang ajal.

Bukti bahwa dengan perkataan yang baik dan halus sebagaimana perkataan orang yang sedang berdoa dan berdzikir yang dapat mengubah partikel air menjadi kristal heksagunal yang indah dan bermanfaat dalam upaya kesehatan. Bimbingan spiritual ternyata berdampak kepada peningkatan kesembuhan dan motivasi pasien. Dalam konteks ini bimbingan spritual merupakan perlengkapan pengobatan dan pelyanan medis rumah sakit.

Beberapa cara perawat dalam membimbing ibadah pasien, yaitu membimbing berdoa, mengingatkan waktu solat, membimbing bertayamum, membimbing solat, membimbing membaca Al-Quran, dan beribadah lainnya.

1.Pada awal pertemuan, perawat membacakan doa menjenguk orang sakit.

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk gemar menjenguk orang yang sakit. Kita juga disunahkan mendo’akan orang yang sakit agar segera dikaruniai kesembuhan.

Di antara doa yang biasa dibaca oleh nabi Muhammad SAW saat menjenguk orang yang sakit adalah :

a.Do’a dari riwayat Ibnu Abbas r.a dari Nabi Muhammad SAW , beliau bersabda : “Tidak ada seorang muslim pun menjenguk orang sakit yang belum ditakdirkan datang ajalnya, lalu ia membaca doa berikut ini sebanyak tujuh kali:

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb dari ‘arsy yang agung, agar menyembuhkanmu, kecuali orang yang sakit itu akan dikaruniai kesembuhan.” (HR. Abu Daud no. 3106, Tirmidzi no. 2083, Ahmad no. 2137 dan Al-Hakim no. 1269. Hadits shahih)

b.

اللَّهُمَّ أَذْهِبِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ فَأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا * رواه الترمذى

Allohumma adzhibil ba’sa robbannaasi wasyfi fa antassyaafi laa syifaa a illa syifaa uka syifaal laa yughoodiru saqoma.

Artinya :

Ya Allah semoga engkau menghilangkan penyakit wahai Tuhan manusia, dan berilah kewarasan, sebab Engkau adalah Dzat yang memberi kewarasan, tiada obat kecuali obat Engkau yang menghilangkan penyakit.

Keutamaan doa ini adalah wujud pasrah pada Alloh yaitu dengan memuji Allah untuk menyembuhkan penyakit, bahwa tiada obat kecuali hanya dengan kekuasaan Allah.

2.Membimbing pasien untuk berwudhu / bertayamum

Pertama yang harus dilakukan oleh perawat membimbing pasien untuk berwudhu, bila pasien tidak mampu, perawat yang akan membantu untuk melakukan tayamum.

Tayamum adalah bentuk thaharah (bersuci) sebagai pengganti wudhu dan mandi untuk menghilangkan hadas. Tayamum dilakukan ketika wudhu dan mandi tidak dapat dilaksanakan. Tata cara tayamum adalah sebagai berikut :

  • Menepuk kedua telapak tangan pada tanah, debu
  • Mengusap wajah
  • Setelah menepukkan tangan, usapkan kedua telapak tangan tersebut pada wajah.
  •  Mengusap tangan sampai pergelangan tangan
  • Setelah muka diusap, kemudian kedua telapak tangan itu mengusap satu sama lain. Termasuk punggung telapak tangan sampe pergelangan.

3. Membimbing pasien ketika sholat

Orang yang sakit tetap wajib mengerjakan shalat pada waktunya dan melaksanakannya menurut kemampuannya, sebagaimana yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firman_Nya: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” [at-Taghâbun/ 64:16]. Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Imran Bin Husain Radhiyallahu ‘anhu:

كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Pernah penyakit wasir menimpaku, lalu aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cara shalatnya. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Shalatlah dengan berdiri, apabila tak mampu, maka duduklah dan bila tak mampu juga maka berbaringlah” [HR al-Bukhari no. 1117].

Sesuai dengan hadits Imran Bin Husain Radhiyallahu ‘anhu diatas maka dapat dijabarkan tentang tata cara shalat bagi orang yang sakit .Tata caranya yaitu:

  • Diwajibkan bagi orang yang sakit untuk shalat dengan berdiri apabila mampu dan tak khawatir sakitnya bertambah parah, karena berdiri dalam shalat wajib merupakan rukun shalat.
  •  Orang sakit yang mampu berdiri namun tidak mampu ruku’ atau sujud , dia tetap wajib berdiri. Dia harus shalat dengan berdiri dan melakukan rukuk dengan menundukkan badannya.
  • Orang sakit yang tidak mampu berdiri, maka dia melakukan shalatnya dengan duduk, berdasarkan hadits Imrân bin Hushain dan ijma para ulama.
  • Orang sakit yang khawatir akan bertambah parah sakitnya atau memperlambat kesembuhannya atau sangat susah berdiri, diperbolehkan shalat dengan duduk.
  • Orang sakit yang tidak mampu melakukan shalat berdiri dan duduk, cara melakukannya adalah dengan berbaring, boleh dengan miring ke kanan atau ke kiri, dengan menghadapkan wajahnya ke arah kiblat.
  • Orang sakit yang tidak mampu berbaring, boleh melakukan shalat dengan terlentang dan menghadapkan kakinya ke arah kiblat, karena hal ini lebih dekat kepada cara berdiri.
  • Apabila tidak mampu menghadap kiblat dan tidak ada yang mengarahkan atau membantu mengarahkannya, maka hendaklan dia shalat sesuai keadaannya tersebut
  • Orang sakit yang tidak mampu shalat dengan terlentang maka shalatnya sesuai keadaannya
  •  Orang yang sakit dan tidak mampu melakukan shalat dengan semua gerakan di atas (Dia tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya dan tidak mampu juga dengan matanya), hendaknya dia melakukan shalat dengan hatinya.
  • Apabila shalat orang yang sakit mampu melakukan perbuatan yang sebelumnya tidak mampu, baik keadaan berdiri, ruku’ atau sujud, maka dia wajib melaksanakan shalatnya dengan kemampuan yang ada dan menyempurnakan yang tersisa.
  •  Apabila yang orang sakit tidak mampu melakukan sujud di atas tanah, hendaknya dia cukup menundukkan kepalanya dan tidak mengambil sesuatu sebagai alas sujud.

4.Membimbing pasien membaca Al-Quran

Bimbing  pasien dengan membaca Al-Quran  terutama ayat-ayat dengan orang sakit, rahmat allah, dan karunia allah, dengan begitu pasien akan termotivasi untuk sembuh. Dan memberikan pengertian bagi pasien supaya membaca Al-Quran daripada mengeluh atas penyakit yang dideritanya.

5.Membimbing pasien berdoa dan berdzikir

Dzikir adalah mengingat Allah. Bila seseorang berdoa dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berdzikir dan munajat kepadaNya, Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya : “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku [1327] akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdo’a kepada-Ku. Perawat harus membimbing pasien untuk selalu berdoa dan berserah diri kepan allah agar diberi kesembuhan. Perawat  juga harus membimbing pasien yang mendekati ajalnya dengan menuntun mengucapkan lafal laa ilaha illalah.

REFERENSI :

pakai otak kanamu,dijamin kaya ! (john afifi)
risalah tuntunan shalat lengkap ( Drs.moh rifa’i )